Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Bali
Bali kerap kali terkenal dengan pariwisatanya yang maju dan diminati oleh banyak orang baik dari dalam maupun luar negeri. Dibalik suksesnya Bali dari segi pariwisata, ada sikap keterbukaan dan toleransi tinggi yang membuat orang nyaman singgah di sana.
Dengan sikap yang sudah kela sejak dulu kala, membuat berbagai budaya hingga agama mudah masuk dan diterima. Dari situ lah, masuk agama Islam ke Bali yang tentunya diterima oleh masyarakat Bali
Masuk sejak abad ke-18, kampung-kampung Islam mulai bertebaran di Islam. Salah satunya Kampung Islam Kepaon muncul sebagai pemukiman Islam yang berada di tengah-tengah Bali yang didominasi oleh agama Hindu.
Latar belakang keteberbukaan dan sikap toleransi tentu menjadi pemicu utama, karena masuknya Islam di Kepaon melalui jalur pemerintahan.
Cikal bakal masuknya masyarakat beragama Islam di Kampung Kepaon diawali dengan menikahnya Raden Sastroningrat dan Anak Agung Ayu Rai, pasangan suami istri berbeda latar belakang. Perbedaan ini lah yang menjadi pemicu masuknya Islam ke Kepaon hingga Bali
Keturunan dari Raden Sastroningrat dan Anak Agung Ayu Rai ini sudah menyebar, mulai dari perkawinan hingga pekerjaan, yang dimana membuat Islam menjadi semakin eksis hingga saat ini.
Setelah menikah dan masuk Islam Anak Agung Ayu Rai diberi nama Siti Khotijah. Sekembalinya dari Jawa, pasangan suami istri segera kembali ke kerajaan Badung dan diterima dengan baik.
Hubungan masyarakat Islam Kepaon dengan Puri Pemecutan tetap terjalin dengan baik. Bahkan pada setiap upacara kerajaan, masyarakat Islam Kepaon mendapatkan undangan dan tempat khusus.
Meskipun telah mengalami perkembangan yang pesat, namun masyarakat kampung Islam Kepaon tetap menjaga nilai-nilai tradisi dan budaya Bali yang melekat pada diri mereka.
Editor: Redaktur TVRINews
