Penulis: Puji Anugerah Leksono
TVRINews, Probolinggo
Datangnya Bulan Suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri menjadi berkah tersendiri bagi pengrajin lampion kaligrafi di Kota Probolinggo. Mereka kebanjiran pesanan baik secara offline maupun online hingga tiga kali lipat dari biasanya.
Sebagian besar lampion adalah karya Erwin dan Yusak, dua pemuda asal Jalan Serma Abdurahman, Kelurahan Randu Pangger, Kota Probolinggo. Lampion tersebut berbentuk miniatur masjid yang terlihat indah dari berbagai sisi.
Baca Juga: Pintar Membaca Peluang, Turmudzi Kembangkan Kerajinan Mozaik Batu Alam Untuk Ekspor Luar Negeri
Selain itu, ada juga lampion gantung dan tempel yang menghiasi setiap sudut rumah dan semuanya terbuat dari plastik pipa pvc yang diukir indah dan dikerjakan secara manual.
Pada saat Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, lampion kaligrafi buatan Erwin dan Yusak ini mengalami kebanjiran pesanan. Pesanan datang dari berbagai daerah, baik secara aplikasi online maupun datang langsung.
Erwin mencatat adanya peningkatan pesanan lampion kaligrafi sudah terasa sejak Januari lalu. Tidak tanggung-tanggung, sejak Januari hingga awal Maret kemarin sudah ada 611 unit lampion kaligrafi yang laku terjual.
Keuntungan yang didapat pun melonjak tajam, dari yang biasanya keuntungan bersih berkisar hingga Rp 2 juta per bulan, sekarang menjadi Rp 4 juta per bulan.
Untuk memenuhi target pesanan yang terus bertambah, Yusak pun bekerja serba ekstra. Tak jarang pemuda 30 tahun ini menguras tenaga selama nyaris 24 jam sehari dan bahkan waktu tidur pun hanya tersisa 2 jam saja.
Semuanya dilakukan guna memenuhi pesanan dan aturan yang berlaku dalam sebuah platform belanja online. Satu pesanan harus selesai selama satu hingga dua hari.
Dari tangan mereka, satu unit lampion kaligrafi ini dijual dengan harga antara Rp100 ribu hingga Rp500 ribu tergantung dari ukuran dan tingkat kerumitan yang harus dilakukan.
Baca Juga: 535 Karung Balpres Ilegal dari Korea, Jepang Hingga Amerika Berhasil Disita Polda Metro Jaya
Erwin dan Yusak bersyukur dengan datangnya bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri mendatangkan berkah yang sangat bernilai.
Dua pemuda ini juga bangga dengan hasil kerja keras tangan mereka menjadi sebuah karya untuk mengembangkan usaha yang dirintis sejak 2017 silam.
Editor: Redaktur TVRINews
