Penulis: Canda Adisurya
TVRINews, Tulungagung
Jatuh bangun merintis usaha dari nol, Turmudzi, warga Desa Sambitan, Kecamatan Pakel Tulungagung kini terbilang sukses menjalankan usaha kerajinan mozaik batu alam hingga mampu menembus pasar ekspor.
Berawal dari usaha rumahan dan dikerjakan sendiri, Turmudzi kini memiliki puluhan karyawan dan mampu ekspor produk ke luar negeri.
Turmudzi yang merupakan alumni Pondok Pesantren Al- Amin Sumenep, Madura ini memulai usaha kerajinan mozaik batu pada tahun 2010. Saat itu, dia melihat peluang pasar bisnis mozaik batu di luar negeri cukup besar.
Baca Juga: KPK: Lukas Enembe sempat Mogok Minum Obat
Berbekal kemampuan berbahasa Inggris, pria yang sempat menjadi pengajar di salah satu pesantren di Tulungagung tersebut mencoba berkomunikasi langsung dengan calon pembeli yang kebanyakan dari luar negeri.
“Saya sempat mengalami pasang surut dalam merintis bisnis pada tahun 2012. Namun akhirnya saya berhasil menembus pasar ekspor, negara pertama yang menjadi pasar mozaik batu produksi saya adalah Amerika Serikat, kemudian menyusul negara-negara lain seperti Australia, Kanada, Madagaskar dan Fiji,” kata Turmudzi.
Hingga tahun 2023, ada sekitar 70 kontainer mozaik batu yang telah diekspor langsung oleh Turmudzi ke negara-negara tersebut.
Dengan jumlah karyawan yang kini sekitar 60 orang, setiap bulannya Turmudzi mampu memproduksi mozaik batu hingga 3 ribu meter persegi. Dari jumlah produksi tersebut 90 persennya untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri.
Baca Juga: Selama Ramadan Polda Metro Jaya Hentikan Hari Bebas Kendaraan Bermotor
Terbilang sukses dalam menjalankan bisnis ekspor kerajinan mozaik batu alam, Turmudzi berpesan pada mereka yang tengah merintis usaha untuk tetap semangat dan tidak mudah menyerah.
Menurut Turmudzi, dengan terus meningkatkan pengetahuan tentang produk dan kemampuan membaca peluang, maka hampir bisa dipastikan bisnis akan berkembang.
Editor: Redaktur TVRINews
