
Mengenang Hasmi, Seniman Senior Yogyakarta Pementaskan Teater Berbahasa Jawa 'Begal Ora Tegelan'
Penulis: Paulus Yesaya Jati
TVRINews, Yogyakarta
Bermain teater menjadi pilihan sejumlah seniman senior Yogyakarta untuk mengenang sewindu kepergian Hasmi, pencipta komik Gundala Sang Putra Petir.
Bertajuk Begal Ora Tegelan, paguyuban Kembang Adas menggelar sebuah pentas sandiwara berbahasa Jawa yang mengangkat kisah-kisah kehidupan masyarakat kecil di tengah perkotaan.
Pertunjukan ini juga menjadi penghormatan kepada Hasmi, yang semasa hidupnya turut berkecimpung di dunia teater.
Pementasan yang digelar di Taman Budaya Yogyakarta ini memperingati delapan tahun kepergian Hasmi. Begal Ora Tegelan dalam bahasa Indonesia berarti "perampok yang tidak tega".
Naskah sandiwara ini ditulis dalam waktu singkat, hanya sekitar dua hari, oleh adik perempuan Hasmi, Cicit Kaswami. Naskah ini menggambarkan potret kehidupan orang-orang kecil yang berjuang di tengah kerasnya kota.
Beberapa tokoh dalam cerita, seperti mucikari, copet, waria, dan begal, saling berbagi cerita tentang kesulitan mereka mencari uang, bahkan hanya untuk bertahan hidup sehari-hari.
Cerita tentang si begal, yang selalu terperdaya oleh cerita sedih dari korbannya hingga akhirnya mengembalikan harta yang dibegal, menjadi salah satu sorotan menarik. Begal ini bahkan rela dimarahi istrinya karena tidak membawa hasil, meskipun di rumahnya tidak ada makanan.
Cicit Kaswami, selaku penulis naskah sekaligus salah satu pemain dalam sandiwara ini, menyampaikan bahwa cerita dalam naskah tidak ada kaitannya langsung dengan kehidupan kakaknya, Hasmi.
Meskipun keduanya pernah mengalami masa-masa sulit, pementasan ini lebih berfokus pada kehidupan rakyat kecil. Paguyuban Kembang Adas menggelar pementasan ini sebagai bentuk penghormatan sekaligus cara mereka untuk melestarikan bahasa Jawa, yang semakin jarang dijumpai dalam berbagai agenda kebudayaan.
Sebagai penutup, pertunjukan ini menggambarkan proses pencerahan bagi tokoh-tokoh yang terjerumus dalam kehidupan yang kotor, yang akhirnya menemukan jalan untuk bertobat dan menjalani hidup baru yang lebih baik.
Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa kehidupan yang getir seringkali memunculkan peristiwa-peristiwa manis yang bisa menginspirasi seseorang untuk berubah dan meninggalkan kehidupan lama.
"Karena saya selalu berpihak pada rakyat bawah, kaitannya dengan Pak Hasmi itu tidak ada, namun saya ingin pentaskan di tahun 2022. Namun karena Mas Eko masuk rumah sakit, waktu itu saya batalkan dan baru terlaksana sekarang. Untuk pemainnya ada 20 orang, dan kami membutuhkan waktu latihan selama tiga bulan," ujar Cicit Kaswami, adik dari Hasmi, pencipta komik Gundala Putra Petir.
Pementasan Begal Ora Tegelan juga bertujuan untuk melestarikan teater berbahasa Jawa, yang kini semakin jarang ditemukan di berbagai acara kebudayaan.
Selain itu, pementasan ini menjadi wadah bagi seniman senior paguyuban Kembang Adas untuk menyalurkan bakat mereka dalam dunia drama berbahasa Jawa.
Editor: Redaktur TVRINews
