Penulis: Tri Febriana
TVRINews, Yogyakarta
Teknologi Augmented Reality yaitu penari tradisional melengkapi penjelasan sejarah kerajaan Mataram di Diorama perpustakaan daerah istimewa Yogyakarta. Teknologi ini menjadi tontonan pengunjung yang inovatif, kreatif sekaligus menarik sehingga para pengunjung tidak bosan untuk berkeliling.
Di Diorama ini arsip nasional sejarah Yogyakarta yang tersimpan rapi menjadi wisata pendidikan sekaligus meningkatkan literasi bagi siapa saja yang berkunjung.
Cukup membayar 30ribu rupiah per orang yang bisa dipesan melalui website resmi perpustakaan daerah, pengunjung bisa menikmati penjelasan langsung sejarah Yogyakarta serta terjadinya gempa bumi tahun 2006 silam.
Salah seorang pengunjung, Nuke menjelaskan berkunjung ke diorama ini menjadi wisata pendidikan yang kreatif dan inovatif sehingga pengunjung tidak bosan, baik orang dewasa, muda maupun anak-anak.
"Saya rasa bagus ya buat anak-anak bisa berkunjung kesini, karena menarik" katanya.
Diorama ini menjadi rujukan bagi perpustakaan daerah lainnya untuk berinovasi mengajak masyarakat senantiasa meningkatkan literasi dan mengenal budaya serta sejarah masing-masing.
Editor: Redaktur TVRINews
