
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Sleman
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mendorong Prambanan Shiva Festival berkembang menjadi agenda unggulan pariwisata nasional yang memperkuat posisi Candi Prambanan sebagai destinasi wisata budaya dan spiritual kelas dunia.
Menurutnya, festival yang berpuncak pada perayaan Mahashivaratri itu bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang bermakna sekaligus menggerakkan ekosistem ekonomi masyarakat sekitar.
“Dari sisi kepariwisataan, Prambanan Shiva Festival diharapkan menjadi program unggulan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Ni Luh Puspa saat menghadiri upacara Mahashivaratri di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, 16 Februari 2026.
Rangkaian Prambanan Shiva Festival telah berlangsung sejak 17 Januari 2026 dan mencapai puncaknya pada peringatan Mahashivaratri, hari suci terpenting bagi umat Hindu. Berbagai ritual sakral dan kegiatan budaya digelar, merefleksikan nilai spiritual, harmoni, serta toleransi.
Salah satu agenda utama adalah Festival Dipa dengan penyalaan ribuan dipa yang diiringi bunyi alat musik damaru. Suasana magis yang tercipta di kawasan candi menjadi simbol persatuan umat dalam doa serta harapan akan kedamaian dan kesejahteraan dunia.
Atraksi video mapping yang membalut candi turut menghadirkan pengalaman visual yang memperkuat pesan spiritual dan kebersamaan.
“Ini menjadi simbol kebersamaan dalam harmoni spiritual dan toleransi antarumat beragama,” kata Ni Luh Puspa.
Ia menegaskan event budaya seperti ini juga berdampak langsung pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pekerja seni, perhotelan, hingga sektor jasa pariwisata di kawasan sekitar.
Wamenpar menilai tren pariwisata global kini bergerak menuju wisata berkualitas dan berkelanjutan. Wisatawan tidak lagi sekadar mencari hiburan, melainkan pengalaman yang memberi kedekatan dengan lingkungan, budaya, dan masyarakat lokal.
Sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak 1991 dan mahakarya arsitektur Hindu abad ke-9 Masehi, Candi Prambanan dinilai memiliki potensi besar untuk menghadirkan konsep spiritual tourism dan pilgrimage tourism yang semakin relevan secara global.
Data menunjukkan jumlah umat Hindu dunia meningkat sekitar 12 persen dalam satu dekade terakhir, dengan 99 persen berada di kawasan Asia-Pasifik. Kondisi ini, menurutnya, menegaskan pentingnya pengelolaan situs suci dan warisan budaya seperti Prambanan, bukan hanya sebagai daya tarik wisata, tetapi juga sebagai ruang spiritual yang dihormati masyarakat dunia.
“Kita harapkan agenda seperti Prambanan Shiva Festival ini mampu menghidupkan Candi Prambanan, bukan sekadar sebagai monumen, tetapi sebagai living monument yang kita jaga bersama kesakralannya,” ucap Ni Luh Puspa.
Selain upacara Mahashivaratri, puncak festival juga diisi kegiatan MICE melalui International Conference – Prambanan Shiva Festival yang berlangsung di Wisnu Mandala, Kompleks Candi Prambanan, dengan menghadirkan narasumber dari berbagai negara.
Editor: Redaksi TVRINews
