Penulis: Galuh
TVRINews, Martapura
Provinsi Kalimantan Selatan, provinsi dengan penduduk yang mayoritas beragama Islam ini cukup membudaya. Terdapat kurang lebih 3.980.000 Muslim disana, dan membentuk 97.02 persen dari total provinsi.
Di provinsi inilah banyak lahir tokoh besar dan ulama-ulama besar Kalimantan Selatan yang mendunia, salah satunya yakni sosok Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.
Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari lahir di Desa Lok Gabang, Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 17 Maret 1710 Masehi.
Baca Juga: Istana Kuning: Jejak Tersisa dari Kerajaan Kutaringin di Pangkalan Bun
Putra Banjar itu atau yang dikenal juga dengan sebutan Datuk Kalampayan Martapura merupakan ulama bidang fiqih Mazhab Syafi'i yang berasal dari kota serambi mekkah Martapura di Tanah Banjar (Kesultanan Banjar).
Sang ulama kharismatik itu mengawali syiarnya dan membesarkan islam di Tanah Banjar, menyebarkan ilmu agama.
Di usia yg sangat muda Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari mendapat kepercayaan Sultan Banjar untuk menuntut ilmu di Mekkah, Arab Saudi.
Sultan pun mengabulkan keinginannya untuk belajar ke Mekkah demi memperdalam ilmunya.
Baca Juga: Masjid Al-Aminah, Masjid Terapung Unik Menjual Pemandangan yang Indah
Karena rasa sayangnya Sultan Banjar terhadap Datuk Kalampayan Martapura itu, Sultan yakin bahwa Putra Banjar itu akan menjadi ulama panutan umat di lingkungan kerajaan nantinya.
Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari juga merupakan pengarang Kitab Sabilal Muhtadin, yang menjadi rujukan bagi para mahasiswa yang mendalami agama Islam di Asia Tenggara dan Mesir.
Ia membuka pusat pendidikan agama Islam atau sebuah pondok pesantren yang diberi nama Dalam Pagar. Pondok pesantren Dalam Pagar ini kemudian berkembang pesat dan menjadi sebuah perkampungan yang ramai untuk menuntut ilmu agama Islam kala itu.
Banyak ulama-ulama di Banjar pada saat itu merupakan lulusan dari Dalam Pagar pimpinan Muhammad Arsyad al-Banjari.
Kini Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari telah tiada. Namun, sosoknya tetap menjadi panutan bagi generasi ke generasi islam di Benua.
Ia wafat di Dalam Pagar, Martapura Timur, Banjar pada 3 Oktober 1812, di usianya yaitu 102 tahun.
Editor: Redaktur TVRINews
