
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kolang-kaling menjadi salah satu komoditas musiman yang banyak diburu warga di Pasar Induk Kramat Jati selama bulan suci Ramadhan.
Bahan pangan ini juga dikenal sebagai menu takjil populer karena teksturnya yang kenyal dan menyegarkan, serta memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh.

Selain sayur-mayur, cabai, dan bawang, bahan makanan bercita rasa segar ini selalu mengalami peningkatan permintaan menjelang waktu berbuka puasa.
Manager Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamundi, mengatakan kolang-kaling sudah menjadi produk khas yang identik dengan Ramadhan.
“Kalau puasa biasanya orang ingin yang segar-segar saat berbuka. Bukan hanya buah-buahan, tapi ada ciri khas yang setiap tahun selalu ada, yaitu kolang-kaling,” ujar Agus dikutip Kamis, 19 Februari 2026.
Menurut dia, kolang-kaling kerap menjadi pelengkap hidangan berbuka puasa karena rasanya yang segar dan tampilannya yang menarik. Setiap Ramadhan, pengelola pasar juga menyediakan lapak khusus bagi pedagang musiman kolang-kaling.
Kehadiran pedagang musiman tersebut, lanjut Agus, telah menjadi tradisi tahunan di pasar yang dikenal sebagai salah satu pasar induk terbesar di Asia Tenggara itu.
“Setiap tahun pasti ada pedagang musiman kolang-kaling di sini. Memang sudah jadi budaya, dan ramainya itu saat musim Ramadhan seperti sekarang,” katanya.
Agus menambahkan, tingginya pasokan kolang-kaling selama Ramadhan turut meningkatkan aktivitas perdagangan dan jumlah pengunjung di pasar.
“Pasokannya cukup tinggi, sehingga otomatis menambah aktivitas di pasar. Harganya saat ini berkisar Rp20 ribu per kilogram,” ujarnya.
Lonjakan permintaan kolang-kaling ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga menjelang Idulfitri, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk hidangan berbuka puasa.
Editor: Redaktur TVRINews
